Social Items

Untuk Mengekalkan Biodiversiti Hutan Peranan dan Tanggungjawab

Untuk Mengekalkan Biodiversiti Hutan Peranan dan Tanggungjawab

Sememangnya tidak dapat disangkalkan lagi bahawa hutan merupakan khazanah alam yang amat tinggi nilainya.Hutan mendatangkan pelbagai impak yang positif kepada masyarakat dan negara.Tanpa hutan kita tidak akan dapat menikmati keindahan panorama yang dapat kita nikmati pada waktu ini.Macapada, hutan semakin terancam sebagai akibat ketamakan dan kerakusan masyarakat pada zaman ini.Mereka hanya melakukan sesuatu tindakan berlandaskan hawa nafsu bukannya berlandaskan fikiran sedangkan mereka mengetahui kesan tindakan mereka terhadap generasi pada masa hadapan.Oleh sebab itu, semua pihak haruslah berganding bahu bagi memastikan hutan terpelihara kerana hutan memberikan manfaat kepada masyarakat dan negara.

Hutan merupakan tumpuan dan harapan bagi setiap komponen mahkluk hidup yang ada di bumi saat ini, pasalnya dari hutan banyak manfaat yang dapat diambil baik yang bersifat benefit cost maupun non benefit cost, namun dalam upaya untuk memaksimalkan fungsi hutan terkadang muncul faktor – faktor yang dapat menjadi pembatas tercapainya fungsi dan manfaat hutan secara optimal. Perlindungan hutan merupakan usaha untuk mencegah dan membatasi kerusakan hutan, kawasan hutan dan hasil hutan yang disebabkan oleh perbuatan manusia, ternak, kebakaran, daya-daya alam, hama serta penyakit dan mempertahankan dan menjaga hak-hak negara, masyarakat, dan perorangan atas hutan, kawasan hutan, hasil hutan, investasi serta perangkat yang berhubungan dengan pengelolaan hutan. Oleh karena itu penyelamatan fungsi hutan dan perlindunganya sudah saatnya menjadi tumpuan harapan bagi kelangsungan jasa produksi ataupun lingkungan untuk menjawab kebutuhan mahkluk hidup. Mengingat tinggi dan pentingya nilai hutan, maka upaya pelestarian hutan wajib dilakukan apapun konsekuensi yang harus dihadapi, karena sebetulnya peningkatan produktivitas dan pelestarian serta perlindungan hutan sebenarnya mempunyai tujuan jangka panjang, oleh karena itu perlu dicari solusi yang tepat untuk mempertahankan produktivitas tegakan ataupun ekosistem hutan.

Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Hutan merupakan sistem penggunaan lahan yang tertutup dan tidak ada campur tangan manusia, masuknya kepentingan manusia secara terbatas seperti pengambilan hasil hutan untuk subsistem tidak mengganggu hutan dan fungsi hutan. Tekanan penduduk dan tekanan ekonomi yang semakin besar, mengakibatkan pengambilan hasil hutan semakin intensif (penebangan kayu). Penebangan hutan juga dilakukan untuk kepentingan yang lain, misalnya untuk mengubah menjadi ladang pertanian atau perkebunan. Akibat dari gangguan-gangguan hutan tersebut akan menyebabkan terjadinya perubahan fungsi hutan. Perubahan-perubahan tersebut lebih menekankan kearah fungsi ekonomi dengan mengabaikan fungsi sosial atau fungsi ekologis. Konsep pengelolaan hutan secara bijaksana, harus mengembalikan fungsi hutan secara menyeluruh (fungsi ekologis, fungsi sosial dan fungsi ekonomi) dengan lebih menekankan kepada peran pemerintah, peran masyarakat dan peran swasta. Langkah-langkah yang sinergi dari ke tiga komponen (pemerintah, masyarakat dan swasta) akan mewujudkan fungsi hutan secara menyeluruh yang menciptakan pengamanan dan pelestarian hutan. Perkembangan pembangunan kehutanan pada masa lalu, telah mengubah banyak wajah hutan Indonesia. Kebakaran hutan, penebangan liar, perladangan berpindah, dan penurunan keragaman hayati adalah cerita yang melekat pada hutan Indonesia. Fenomena-fenomena tersebut telah mempengaruhi cerita bangsa dalam kehidupan masyarakat Internasional. Kerusakan yang terjadi terhadap salah satu ekosistem dapat menimbulkan dampak lanjutan bagi aliran antar ekosistem maupun ekosistem lain di sekitarnya. Khusus bagi komunitas bakau/mangrove dan lamun, gangguan yang parah akibat kegiatan manusia berarti kerusakan dan musnahnya ekosistem. Kerusakan hutan dipicu oleh kebutuhan manusia yang semakin banyak dan berkembang, sehingga terjadi hal-hal yang dapat merusak hutan Indonesia.

Peranan Khaifah Dalam Menjaga Alam Sekitar

Pengentasan kemiskinan merupakan salah satu dari delapan target program Millenium Development Goals (MDG's). Salah satu daerah yang paling miskin di Pulau Lombok adalah masyarakat desa sekitar hutan. Dari 203 desa di Pulau Lombok, setidaknya terdapat 77 desa di sekitar hutan yang masuk dalam kategori miskin. Makalah ini bermaksud melihat bagaimana kemiskinan itu masih berlangsung dan bagaimana solusi alternatif yang mungkin dilaksanakan demi mengurangi tingkat kemiskinan tersebut.

Tulisan ini membahas tentang Hutan Mangrove. Dimana Hutan mangrove merupakan ekosistem pendukung kehidupan yang penting di wilayah pesisir dan lautan. Secara ekologis, hutan man-grove berfungsi sebagai penyedia nutrien bagi biota perairan, tempat pemijahan dan asuhan bagi berbagai macam biota, penahan abrasi, amukan angin taufan dan tsunami, penyerap limbah, pencegah intrusi air laut dan lain sebagainya. Secara ekonomis, hutan mangrove menghasilkan kayu, daun- daunan sebagai bahan baku obat dan lain sebagainya.

Pengentasan kemiskinan merupakan salah satu dari delapan target program Millenium Development Goals (MDG's). Salah satu daerah yang paling miskin di Pulau Lombok adalah masyarakat desa sekitar hutan. Dari 203 desa di Pulau Lombok, setidaknya terdapat 77 desa di sekitar hutan yang masuk dalam kategori miskin. Makalah ini bermaksud melihat bagaimana kemiskinan itu masih berlangsung dan bagaimana solusi alternatif yang mungkin dilaksanakan demi mengurangi tingkat kemiskinan tersebut.

Tulisan ini membahas tentang Hutan Mangrove. Dimana Hutan mangrove merupakan ekosistem pendukung kehidupan yang penting di wilayah pesisir dan lautan. Secara ekologis, hutan man-grove berfungsi sebagai penyedia nutrien bagi biota perairan, tempat pemijahan dan asuhan bagi berbagai macam biota, penahan abrasi, amukan angin taufan dan tsunami, penyerap limbah, pencegah intrusi air laut dan lain sebagainya. Secara ekonomis, hutan mangrove menghasilkan kayu, daun- daunan sebagai bahan baku obat dan lain sebagainya.

Pengentasan kemiskinan merupakan salah satu dari delapan target program Millenium Development Goals (MDG's). Salah satu daerah yang paling miskin di Pulau Lombok adalah masyarakat desa sekitar hutan. Dari 203 desa di Pulau Lombok, setidaknya terdapat 77 desa di sekitar hutan yang masuk dalam kategori miskin. Makalah ini bermaksud melihat bagaimana kemiskinan itu masih berlangsung dan bagaimana solusi alternatif yang mungkin dilaksanakan demi mengurangi tingkat kemiskinan tersebut.

Tulisan ini membahas tentang Hutan Mangrove. Dimana Hutan mangrove merupakan ekosistem pendukung kehidupan yang penting di wilayah pesisir dan lautan. Secara ekologis, hutan man-grove berfungsi sebagai penyedia nutrien bagi biota perairan, tempat pemijahan dan asuhan bagi berbagai macam biota, penahan abrasi, amukan angin taufan dan tsunami, penyerap limbah, pencegah intrusi air laut dan lain sebagainya. Secara ekonomis, hutan mangrove menghasilkan kayu, daun- daunan sebagai bahan baku obat dan lain sebagainya.

Show comments
Hide comments

Tiada ulasan